Layanan Aqiqah Hemat Berkualitas Telp. 08180 273 1273 atau 0851 034 55331

Apakah Aqiqah Harus Dengan Kambing?

Bagaimana sejatinya Islam mengatur ibadah aqiqah apakah aqiqah ini harus dengan menyembelih kambing ataukah boleh dengan hewan yang lain?

Apakah Aqiqah Harus Dengan Kambing?


Sungguh kebahagian orang tua tidak bisa dilukiskan dengan kata - kata tetapi kebahabian tersebut dapat kita lihat dari raut wajah orang tua yang baru memiliki momongan seorang anak. Dalam budaya masyarakat Indonesia banyak bentuk dalam mengungkapkan rasa syukur dan bahagia tersebut diantaranya ada puputan, selapanan ataupun aqiqah. Yang pertama dan kedua adalah bersifat tradisi budaya sedangkan yang ketiga atau aqiqah adalah bernilai ibadah yang Rosululllah sendiri menganjurkannya.

Berbeda dengan aqiqah pada acara puputan dan selapanan tidak ada aturan baku bahwa harus menyajikan menu ini dan itu. Makanya kita terkadang mendapati pemberian dari masyarakat yang membagikan menu dalam bentuk roti, atau nasi box yang berisikan nasi, gudangan, ayam dan snack.

Sedangkan acara aqiqah ada ulama yang mengharuskan dengan kambing mengingat banyak hadits nabi yang menyatakan dan menyebut secara langsung bahwa hewan yang dijadikan untuk sesembelihan aqiqah adalah kambing. Lebih lanjut beliau mengatakan :"Sesungguhnya untuk anak laki - laki dengan (menyembelih) dua ekor kambing sedangkan untuk anak perempuan dengan (menyembelih) satu ekor kambing". (al Hadits)

Nah, berdasarkan hadits diatas bahwa hewan yang dapat digunakan untuk aqiqah adalah kambing. Kambingpun harus utuh artinya dari kepala sampai ekor yang disembelih khusus untuk aqiqah bukan daging kambing yang dibeli dipasar secara kiloan.

Walaupun ada ulama yang membolehkan dengan menyembelih hewan lain seperti unta ataupun sapi akan tetapi yang dicontohkan oleh Rasul untuk aqiqah adalah dengan memotong hewan kambing.

Nah, pembaca yang budiman tentu ketika kita ingin mencontoh Nabi dalam ibadah aqiqah hendaknya kita menyembelih kambing sebagai hewan pilihan dengan tetap memperhatikan syarat - syarat yang telah diatur dalam syariat Islam.

Demikian artikel ini yang berkaitan dengan apakah aqiqah harus dengan kambing dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk kita semua. aamii.

Baca artikel kami lainnya

Share:

Apakah Orang Tua Boleh Makan Daging Aqiqah Anaknya?

Anda penasaran apa hukum orang tua yang ikut makan daging aqiqah anaknya? Nah, pada artikel ini sobat semua akan mendapatkan informasinya.

Apakah Orang Tua Boleh Makan Daging aqiqah Anaknya?


Sungguh merupakan anugerah yang luar biasa tatkala orang tua mendapatkan buah hatinya terlahir dengan sehat, lancar dan tanpa halangan suatu apapun. Maka sudah menjadi kebiasaan disuatu daerah ketika mewujudkan rasa syukur ini dengan mengadakan jamuan makan yang dalam Islam sering disebut dengan ibadah aqiqah.

Aqiqah adalah bentuk syukur orang tua yang baru memiliki anak dengan cara menyajikan menu kambing yang telah disembelih dengan cara disebut nama yang diaqiqahi dan juga nama orang tuanya sebagai tuntunan dari sunnah sang Nabi Muhammad.

Ketika mengadakan jamuan makan dalam hal ini menu kambing yang biasanya berbentuk gulai, sate, tongseng, tengkleng dan lain sebagainya acapkali keluarga dan shohibul aqiqah ikut menikmati hidangan tersebut. Lantas bagaimana hukumnya dalam tinjauan syaria Islam? Apakah diperbolehkan ataukah tidak?

Memang ditengah - tengah masyarakat beredar cukup santer berkaitan dengan informasi bahwa shohibul aqiqah dalam hal ini ayah, ibu, kakek, nenek, adik dan kakaknya tidak boleh ikut menikmati menu kambing aqiqah dan akan membatalkan ibadah aqiqah itu sendiri.

Setelah penulis menelusuri dan bertanya kepada ahli ilmu berkaitan dengan soal di atas justeru penulis mendapatkan informasi yang bersifat sebaliknya. Artinya info tersebut tidak memiliki dasar pijakan baik bersumber dari alquran, hadits maupun perkataan para ulama. Salah satunya disebutkan  dalam kitab Minhju al Muslim dalam bab Aqiqah disana dinyatakan bahwa dalam distribusi menu aqiqah itu ada 3 macam. Yang pertama di makan oleh pihak keluarga, dihadiahkan dan disedekahkan.

Apabila mengacu kepada keterangan di atas maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa informasi yang mengatakan orang tua ataupun keluarga dari shohibul aqiqah tidak diperkanankan untuk makan menu aqiqah adalah tidak benar dan boleh - boleh saja orang tua ikut makan menu aqiqah anak - anaknya dan tidak mengurangi keutamaan aqiqah itu sendiri.

Demikian tulisan yang sedikit ini semoga bisa memberikan pengetahuan soal diatas. aamiin.

Baca artikel kami lainnya

Share:

About